Kamis, 13 Desember 2012

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR – DASAR ILMU TANAH Acara 6 “PENETAPAN PH DAYA HANTAR LISTRIK”

LAPORAN  PRAKTIKUM
DASAR – DASAR ILMU TANAH
Acara 6
“PENETAPAN PH DAYA HANTAR LISTRIK”






           





Disusun Oleh :
ALAKHYAR
E1J009001

  Hari/tanggal        : Rabu, 10 Oktober 2012
Shiff                      :  Rabu jam 08.00 -10.00WIb               
             Co-Ass           : Dodi HardiansyahHHAx

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
LABORATORIUM ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2012
BAB I
I.    PENDAHULUAN
1.1.     Latar Belakang
Salah satu sifat kimia tanah yang sangat perlu diketahui adalah tingkat keasaman (pH) tanah dan juga daya hantar listrik tanah yang bersangkutan. Beberapa tanaman tertentu memerlukan kondisi tanah dengan berbagai tingkat keasaman tertentu. Tidak semua tanaman mampu hidup pada tanah dengan kondisi pH yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Dengan mengetahui tingkat keasaman tanah, kita dapat dengan mudah mengetahui jenis tanaman apa saja yang dapat kita manfaatkan pada kondisi tanah tersebut.
Dalam tanah terdapat ion H+. Negatif log konsentrasi dari ion H disebut pH tanah. Nilai pH tanah menentukan tingkat reaksi tanah, apakah tergolong masam, netral, atau basa. Konsentrasi ion H dalamlarutan tanah disebut kemasaman aktif (actual), sedangkan konsentrasi ion H yang terjerap pada kompleks jerapan (koloid tanah) disebut kemasaman cadangan (potensial).
Penetapan kemasaman aktif dilakukan dengan menggunakan pelarut aquades, sedangkan kemasaman cadangan dengan lautan garam netral, seperti : KCl, BaCl2, dan Naf. Selisih pH antara larutan garam netral dengan aquades adalah kemasaman cadangan. Perlu diketahui, umumnya pH H2O lebih besar dari pH Kcl, tetapi pada kasus tertentu, justru sebaliknya. Sifat ini sering dipakai sebagai penciri terhadap tanah-tanah tertentu di daerah tropis. Misalnya, bila larutan KCl diganti dengan larutan K2SO4 1N, ternyata selisih pH K2SO4 –H2O member hasil positif, maka boleh jadi pada horizon tersebut adalah horizon oksik.

1.2.     Tujuan Praktikum
    Menetapkan nilai pH Tanah
    Mendapatkan nilai kemasaman tanah









BAB II
Tinjauan Pustaka
Nilai pH tanah sangat ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu kelima faktor pembentukan tanah, kondisi musim, cara bercocok tanam, cara pengambilan sampel tanah, kandungan air pada saat pengambilan, serta metode pengukuran yang digunakan. Tanaman atau vegetasi yang tumbuh di atas permukaan tanah juga dapat mempengaruhi
Nilai pH tanah secara langsung maupun tdak langsung. Cara yang digunakan untuk menentukan pH antara lain dengan menggunakan Kertas Indikator Universal atau Metode Elektometris dengan bantuan katode menangkap ion H+ yang telah dikalibrasi dengan pH buffer.
Kemasaman berpengaruh pada ketersediaanya  atau tidak tersedianya hara tanaman. Dalam hal ini kita mengenal pH tanah. pH tanah adalah suatu ukuran aktifitas ion hydrogen di dalam larutan aior tanah dan dapat di pakai sebagai ukuran bagi keasaman tanah. Hara adalah log dari harga kebalikan Cons ion Hidrogen (Kartasapoetra, 2004 : 14)
Pengendalian keasaman tanah adalah ion ion H+ dan Al3+ yang berada di dalam larutan system tanah dan kompleks serapan. Kedua bidang ini mengendalikan kemasaman tanah dengan cara yang berbeda yang disebabkan oleh perbedaan sumber dan watak muatan yang menyerap ion-ion itu.
Keasaman atau kealkalian atau pH tanah adalah log  kepekatan ion-ion H+ dalam larutan sisitem tanah. Kepekatan ion-ion dalam larutan ssistem tanah ini berkesetimbangan dengan OH- tidak terdisosiasi senyawa-senyawa dapat larut dan tidak larut yang ada dalam system jadi pH tanah menunjukkan takaran ion H+ trdisosiasi, di tambah H+ terdisosiasi dalam tanah. (Poerwidodo,1992:15
Disamping itu, pencucian kation-kation basa pada tanah mengakibatkan hilangnya basa-basa padat anah sehingga dapat menurunkan pH tanah.







   

BAB III
BAHAN DAN METODE PRATIKUM

1.    Bahan dan alat
    pH meter electrode
    tabung film
    pengaduk gelas
    contoh tanah 0,5 mm
    aquades
    KCl 1N(larutkan 74,55g KCl dalam aquades sampai 1 liter)
2.    Metode
    Siapkan tabung film, masing-masing diisi 5g tanah kering angin 0,5 mm diameter. Tambahkan 12,5 ml aquades ke salah satu tabung, dan 12,5 ml KCl 1N ke tabung lainnya.
    Auk selama 20 menit dengan pengaduk gelas, diamkan 10 menit ( untuk penelitian diamkan semalam lalu aduk 10 menit)
    Siapkan pH meter, kalibrasi dengan pH buffer 7,0 dan 4,0. Bilas ujung electrode dengan aquades, lap dengan kertas tisu setiap penggantian contoh atau sehabis pemakaian alat.
    Celupkan electrode ke dalam suspensi, amati skala pH dan catat.
    Tetapkan reaksi tanah berdasarkan criteria pH pada halaman 12.












IV. PENDAHULUAN
4.1.     Latar Belakang
Dalam tanah terdapat garam-garam terlarut yang dapat berfungsi sebagai penghantar listrik. Jumlah daya elekron sebanding dengan garam yang ada. Pengukuran hantaran (konduktivitas) listrik tersebut merupakan indikasi konsentrasi senyawa-senyawa yang terrionisasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi. 
Penetapan DHL dilaksanakan berdasarkan tahanan listrik antara elektrode-elektrode parallel yang dicelupkan dalam suspensi dengan perbandingan contoh tanah dan pelarut 1:1 pada sistem ini larutan yang terletak diantara elektrode bertindak sebagai penghantar listrik, dan hukum fisika yang berhubungan dengan hambatan dapat diterapkan. Kondutivitas larutan dinyatakan dalam satuan mili atau mikro per cm (ms cm-1 atau   cm-1), sama dengan istilah lama mmho cm-1.
4.2.     Tinjauan Pustaka
Misel adalah partikel tanah yang sangat halus yang mempunyai permukaan yang
bermuatan negative (anion) sehingga mampu menarik kation yang ada di dalam larutan  tanah. Muatan negative pada permuikaan misel berasal dari beberapa sumber, seperti patahan mineral liat yang mengandung gugus hidroksil, terjadinya kelebihan muatan negative pada ujung patahan mineral tanah, adanya substitusi kation , adanya koloid organic yang membentuk muatan negative( gugus karboksil,Fenol,Enol)
Penetapan DHL tanah dilaksanakan berdasarkan tahanan listik antara elektode-elektorde paralel yang dicelupkan di dalam suspensi dengan perbandingan contoh tanah dan pelarut 1:1. pada sistem ini suspensi yang terletak di antara elektrode bertindak sebagai penghantar listrik, dan hukum fisika yang berhubungan dengan hambatan dapat diterapkan. Konduktivitas larutan dapat dinyatakan dalam satuan mili atau mikro per cm (ms cm-1 atau   cm-1), sama dengan istilah lama mmho cm-1.
Penentuan besarnya DHL tanah dapat diukur langsung dengan menggunakan alat yang disebut Mikrosaimens, lalu dihitung dengan rumus Konduktivitas sebagai berikut :
   
            Konduktivitas (ms cm-1) = 
Keterangan :
    Rst    = hantaran standar (KCL 0,01 M) = 1413
    Rss    = hantaran suspensi tanah
    Penulisan data dinyatakan dalam bentuk satuan puluhan, misalnya 23,10-1
   

4.3.    Tujuan Praktikum
    Menetapkan daya hantar listrik (DHL) tanah


4.4.     Bahan dan Metode
4.4.1.    Bahan dan alat
    Konduktifitas dengan dip-cell
    Neraca analitis
    Botol pengocok plastic
    Gelas ukur 10 ml
    Pengocok plastic
    Thermometer suhu kamar

4.5.     Metode
    masukkan tanah kering angin berdiameter < 0,5 mm ke dalam botol pengocok plastic. Kerjakan juga satu contoh standar
    tambahkan 5 ml aquades, kocok 2 jam dan ukur hambatan suspense tersebut. Lakukan juga pengukuran pada KCl 0,01 M. lakukan pengukuran dengan alat konduktometer
    Amati dan catat hasilnya.

4.6.     HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.6.1.    Hasil Pengamatan pH Tanah dan DHL Tanah

TABEL PH DAN DHL TANAH
Sampel    pH H2O    pH KCL    DHL
Sub Soil    4,1    2,8    136
Top Soil    3,5    3    30



4.6.2.    Pembahasan

1.    pH Tanah
Dari pengamatan dan perhitungan yang praktikan lakukan terhadap pH tanah, Pada pengukuran pH tanah, digunakan dua jenis tanah yang berdiameter sama, tetapi berasal dari lapisan tanah yang berbeda, yaitu top soil dan sub soil. ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kemasaman antar lapisan tanah dalam satu luasan tertentu. Lapisan top soil adalah lapisan tanah bagian atas, sedangkan sub soil merupakan lapisan tanah yang ada di bawah lapisan top soil. Kedua sampel tersebut diambil dengan menggunakan ring soil (alat untuk mengambil sampel tanah tak terganggu).
Untuk mengukur tingkat keasaman, dua jenis tanah tersebut, dibagi menjadi 2 tabung film. Satu tabung top soil dan sub soil diberi 12,5 ml aquades, dan yang lainnya ditambahkan 12,5 ml KCL 1N. Pertama diukur top soil yang ditambahkan aquades, dan setelah diukur ternyata pH yang ditunjuikkan adalah 3,5. kemudian untuk lapisan sub soilnya, menujukkan ph 4,1. Ini berarti bahwa pada lapisan sub soil terdapat keseimbangan antara ion H+ dan OH- yang lebih kuat dibandingkan dengan lapisan top soil. Sehinggan mendekati pH netral.
Selanjutnya dua tabung film tersisa yang mengadung lapisan top soil  dan sub soil yang telah ditambah larutan KCL 1N kita ukur. Sebelum mengukur, batang elektrode terlebih dahulu dibilas dengan aquades dan dilap agar pengukuran sampel sebelumnya tidak mempengaruhi pengukuran berikutnya. Untuk lapisan top soil, pHnya adalah 3 sedang lapisan sub soil pHnya 2,8. Karena pada tanah ini telah dicampur oleh KCL maka pHnya pun yang diperoleh pasti akan lebih rendah, sebab KCL sendiri ber-pH masam. Hal ini dilakukan untuk membandingkan hasil pengukuran dengan aquades. Ternyata hasilnya berbanding lurus, dengan lapisan bawah menunjukkan pH yang lebih tinggi dibanding lapisan atas. Dapat disimpulkan bahwa pada lapisan tub soil mempunyai senyawa-senyawa yang lebih berimbang dibanding lapisan sop soil, ditunjukkan dengan pH lapisan tub soil yang lebih tinggi.
2.    DHL
Dari pengamatan yang dilakukan, didapat bahwa nilai DHL yang tertera pada alat pengukur DHL display konduktometer adalah sebesar 136. Angka ini merupakan besar hantaran suspensi tanah (Rss) yang akan dipergunakan dalam perhitungan besar konduktivitas tanah. Maka besar konduktivitasnya adalah :

    Konduktivitas (ms cm-1) = 
                     = 
                     = 
                     = 14,78 ms/cm
Untuk DHL pada lapisan sub soil. Sebelum melakukan pengukuran, terlebih dahulu batang elektrode konduktometer dibilas dengan aquades dan dilap untuk menghindari akumulasi pengukuran dari pengukuran sebelumnya. Setelah dicelupkan elektrode, display konduktometer menunjukkan angka 30. Berarti angka ini merupakan besaran Rss untuk suspensi tanah sub soil. Selanjutnya dilakukan penghitungan konduktivitas serupa dengan rumus yang telah dilakukan pada lapisan top soil.
    Konduktivitas (ms cm-1) = 
                    = 
               
                      = 67,02 ms cm-1
Dari pengukuran terlihat bahwa Konduktivitas atau DHL untuk lapisan tanah sub soil lebih besar dari lapisan top soil. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan top soil mempunyai kemampuan menghantarkan listrik lebih besar dibanding pada laipsan sub soil. Berarti pada lapisan top soil, terdapat lebih banyak garam mineral yang merupakan penghantar listrik. Hal ini bisa disebabkan karena pada lapisan top soil merupakan daerah penimbunan( bisa dari mineral, garam, dsb)  dari hasil pencucian lapisan sub soil,.









KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan dan percobaan pada, maka dapat disimpulkan bahwa :
•    Untuk profil tanah, pH tanah semakin ke bawah semakin asam.
•    Nilai DHL tanah Tob soil lebih besar dari DHL Sub soil .
•    Besarnya DHL menunjukkan kandungan garam-garam terlarut dalam tanah
Semakin banyak kandungan garam mineral, maka DHL semakin besar.
























DAFTAR PUSTAKA

Isa Darmawijaya. 1992. Klasifikasi Tanah. Gajah Mada University press: Yogyakarta
Karto Sapoetra. 1991. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. PT Riko cipta: Jakarta
Poerwidodo, 1992. Metode Selidik Tanah. Usaha Nasional : Surabaya
Saifuddin, Sarif. 1985. Konservasi Tanah dan Air. Bandung : CV. Pustaka buana.
Tim penyusun. 2012. Penuntun praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah. UNIB : Bengkulu 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar